















Sabtu, 06 Desember 2025. #UnmuteYourself2 dari Public Relations Clubhouse Indonesia kembali berjalan. Berlokasi di Taman Ismail Marzuki – Ruang Wahyu Sihombing, acara kali ini fokus terhadap bahasan relasi PR-Media. Dihadiri pembicara pembicara kawakan yang memang “suhu” di dunia media dan sedang berjalan di dunia PR, mulai dari Kak Inne Nathalia, Kak Ferry Prihardiputra, Kak Andini Effendi, Kak Timothy Marbun, Kak Riko Anggara, dan Kak Fristian Griec untuk sesi SuperTalks dan SuperGuests.
Sebagai bagian dari team operasional, sungguh sebuah kebanggan dan haru menjadi bagian dari rintisan perjalanan menuju titik tak terbatas dari Public Relation Clubhouse Indonesia. Tak lupa berterima kasih juga terhadap leader PRCH, Mas Muhammad Arrozi Effendi dan setiap anggota tim yang menyiapkan acara dengan penuh dedikasi dan atensi, bekerja sama dengan PT SKEMA DATA INDONESIA, sehingga pengalaman PR Mixer menjadi terasa berbeda dan mendalam.
Juga kepada setiap peserta yang hadir, sangat berterima kasih dan berharap ilmu yang dibawa pulang menjadi bekal untuk menjalani hubungan dalam dunia PR, terutama ketika setelah menjalani sesi PR Mixer, yang tidak hanya mendengarkan pembicara, tapi juga aktif berdiskusi dengan topik pilihan.
Untuk yang belum hadir, sekiranya berikut rekapan poin penting dari #UnmuteYourself2 :
- PR dan Media adalah dua sisi yang tidak terpisahkan, seperti dua sisi pada koin.
- Visi keduanya sebenarnya ada di satu jalur = menjaga Public Trust.
Ketegangan itu penting dan biasa, justru dengan ketegangan dua pihak ini menunjukkan hubungannya sehat terutama jika terkait koridor Public Trust. - Orang yang berkecimpung baik PR maupun media harus punya sikap media relation – mengerti interaksi bukan hanya dibangun atas dasar transaksional (contoh PR mencari media hanya terkait press release).
- PR/Media person juga harus memiliki kemampuan news sense, discipline of honesty, memahami ritme kerja PR-media sebagaimana adanya terlebih jika saat genting tiba-tiba terjadi.
- Khusus PR – Krisis bukan cuma hanya dipikirkan cara bagaimana memutar jadi bagus lagi, tapi mencoba menjadikan krisis itu sebagai langkah re-birth dalam melakukan kebijakan atau tindakan ke depan.
- KEY POINT = Media monitoring terus dilakukan untuk bisa pada akhirnya menentukan value dan story yang akan disampaikan sehingga sampai di masyarakat dengan penuh value.
- Landscape berubah dalam dunia komunikasi, karena itu PR/Media person harus up to date dalam mengetahui informasi sehingga bisa tersampaikan dengan akurasi tinggi ke masyarakat.
Please, untuk teman-teman yang tidak/belum bisa hadir, UY yang ke-3 nanti usahakan dan niatkan H-A-D-I-R. Esensi berkomunikasi dan berkoneksi dan bekal menjalani problematika dunia komunikasi didapat dari salah satunya mengikuti #UnmuteYourself.
PRCH? #UnmuteYourself.
Salam,
Antonius
*Fun fact : Ternyata Mas Rheza Ardiansyah punya dopplegangger – Kak Ferry Prihardiputra.




















